Ada Demo Mahasiswa, Polisi Siaga di Depok

0
63
SAMPAIKAN : Kasatlantas POlrestro Depok, Kompol Andy Muhammad Indra Waspada saat menyampaikan titik penyakatan di Polrestro Depok, Jumat (16/10).

MARGONDA– Aksi protes terkait penolakan Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law, kembali berlanjut pada Jumat 16 Oktober 2020. Kali ini, sikap itu disuarakan oleh elemen mahasiswa.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, sejumlah aparat pun bersiaga di Jakarta. Khusus di Kota Depok, aparat telah menyiapkan pasukan di sejumlah lokasi penyekatan.

“Kita sifatnya hanya untuk memberikan imbauan pada teman-teman kita yang melaksanakan kegiatan di Jakarta. Tujuannya untuk meminimalisir penyebaran virus Corona,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Andi Indra Waspada

Ia mengaku, ada tiga titik lokasi penyekatan di Kota Depok, yakni di fly over akses Universitas Indonesia (UI), arah masuk Tol Cijago, dan di Jalan Raya Bogor. Kemudian, pengawasan juga dilakukan di sejumlah titik pemberangkatan, seperti di stasiun dan terminal.

“Itu tiga akses yang kita lakukan penyekatan disana untuk mengantisipasi jika ada pergerakan masa dari Depok menuju Jakarta.”

Namun sampai saat ini, kata Andi, pihaknya belum menemukan pergerakan masa dari arah Depok.

“Jadi relatif kondusif, arus lalin juga masih lancar terkendali,” ujarnya

Lebih lanjut Andi mengungkapkan, target dari operasi ini adalah mengimbau agar masa mematuhi protokol kesehatan dan tidak membahayakan diri atau orang lain ketika berkendara.

“Sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami, adalah apabila terjadi pergerakan jangan sampai menggangu arus lalu lintas.”

Andi menegaskan, untuk saat ini pihaknya hanya akan memberikan imbauan, bukan melarang adanya aksi unjuk rasa.

“Karena menyampaikan pendapat di muka umum kan dibolehkan undang-undang. Hanya saja kita sebagai Polri sedang menjaga kebijakan dari pemerintah, dalam hal ini kan situasinya sedang pandemi,” kata dia

Andi berharap, tidak ada kerumunan yang berpotensi menyebabkan klaster baru COVID-19. “Intinya sifat kami hanya mengimbau. Jadi tidak ada larangan asal ada ijin, tapi harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah ada.”

Namun demikian, jika nantinya ditemukan pelanggaran kasat mata maka polisi telah menyiapkan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku.

“Misalnya kalau massa naik truk, itu kan secara undang-undang lalin sudah salah. Angkutan barang kan enggak boleh untuk angkut manusia karena berpotensi menyebabkan kecelakaan,” jelasnya (iky/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here