Dulu ‘Ngejedog Bae’ di TMII, Sekarang Beroperasi di Solo

0
274
Suasana peresmian kembali beroperasinya lokomotif uap D1410 di Solo, Jawa Tengah.(kai.id)

SETELAH bertahun-tahun ‘ngejedog bae’ (diam saja-red) sebagai benda koleksi di museum transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, lokomotif uap dengan nomor D1410 kini telah “menghirup udara bebas”.

Lokomotif uap yang didatangkan oleh Staats Spoorwegen (SS), perusahaan kereta api zaman Hindia-Belanda, saat ini kembali dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Lokomotif pabrikan Hanomag, Hannover, Jerman, yang saat ini berusia 99 tahun, beroperasi di lintas Daop 6 Yogyakarta, tepatnya di wilayah Solo, Jawa Tengah.

Peresmian operasional lokomotif uap tua ini sudah dilakukan di depan Loji Gandrung-Solo, Minggu (16/2/2020).

Peresmian secara simbolik dilakukan dengan pemotongan untaian melati serta prosesi pecah kendi oleh Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, dan Wakil Wali Kota Surakarta, Achmad Purnomo, sebagai ungkapan doa atas dioperasikannya kembali lokomotif uap D1410 setelah menjalani proses restorasi.

Mengawali kegiatan peresmian, EVP Daop 6 Yogyakarta, Eko Purwanto, memberikan laporan terkait sejarah lokomotif seri D14, proses restorasi, serta perjalanan lokomotif D1410.

Eko menuturan, lokomotif uap ini merupakan satu-satunya lokomotif tipe D14 yang masih ada di Indonesia. Direstorasi di Balai Yasa Yogyakarta selama sembilan bulan dari bulan Februari hingga November 2019 yang terdiri dari sebuah lokomotif kuno berusia 124 tahun dan dua gerbong kayu.

“Restorasi di Balai Yasa Yogyakarta bersama tenaga yang masih berdinas dan juga memanggil ahli-ahli lok uap yang sudah purna untuk bertukar pikiran. Harapannya  dengan selesainya restorasi ini bisa menambah semarak wisatawan untuk berkunjung ke Solo,” paparnya.

Usai penyampaian laporan, tamu undangan diajak melihat pemutaran video sejarah singkat perjalanan Lokomotif Uap D1410.

Wakil Wali Kota Solo dan Direktur Utama PT KAI bersama wartawan mencoba menaiki lokomotif uap dan dua gerbong Djoko Kendil menuju Stasiun Kota Solo, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon.

Lokomotif uap kuno berkecepatan maksimal 45 kilometer per jam itu berjalan lamban sekitar 20 kilometer per jam ke arah timur.

Wakil Wali Kota Surakarta, Achmad Purnomo, usai menerima penyerahan hibah KA Djoko Kendil dari PT KAI di Loji Gandrung Solo, mengatakan, keberadaan kereta tersebut akan melengkapi wisata budaya serta mengoptimalkan keberadaan rel yang melintas di pusat Kota Solo.

“Ini (rute di dalam kota) satu-satunya di Indonesia. Kalau untuk rutenya nanti kami pikirkan, yang pasti melintas Surakarta, bisa hanya sampai Sangkrah, Sukoharjo, Wonogiri, dan sebagainya,” katanya.

Terkait dengan desain, dikatakannya, tergantung dari permintaan wisatawan baik lokal maupun internasional. Sedangkan mengenai penamaan Djoko Kendil, ada dua kemungkinan, yaitu bisa seterusnya menggunakan nama itu atau diganti dengan nama baru.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta, FX Hari Rudyatmo, berharap keberadaan kereta uap tersebut bisa mengajak masyarakat untuk mengingat kembali sejarah Bangsa Indonesia.

“Yang penting sejarah ini diingat oleh Bangsa Indonesia, kereta ini yang pernah dinaiki Bung Karno sehingga harus dilestarikan. Kebetulan bapak saya pernah memasinisi dua-duanya (Joko Kendil dan Jaladara), ya silahkan kalau mau dihubung-hubungkan karena saya anaknya masinis. Yang jelas kalau itu bisa ditarik ke Solo kan masyarakat bisa tahu kereta uap seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, menyatakan, penyerahan lokomotif uap kepada Pemkot Surakarta merupakan bentuk kesetiaan PT KAI untuk memperbaiki dan menyediakan kereta zaman dulu.

“Lokomotif ini usianya sudah 99 tahun, sudah langka. Teman-teman dari KAI turun tangan supaya (kereta uap tersebut) jalan. Sebetulnya masih banyak kereta api yang lokonya disimpan di Ambarawa, ada belasan. Kami ingin mengaktifkan kembali loko-loko yang tua, bersejarah, dan jalannya untuk pariwisata. Dengan demikian turis lokal maupun internasional bisa mengingat masa lalu,” imbuhnya.(kai.id/Antara/rdt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here