Karena Cinta, Polisi Amankan 40 Pelajar yang Ingin Demo di Jakarta

0
114
Puluhan pelajar Depok yang hendak demo di Jakarta diamankan polisi (Istimewa)

MARGONDA– Sebanyak 40 remaja yang rata-rata berstatus pelajar di Kota Depok, Jawa Barat, terpaksa diamankan aparat karena diduga akan berunjuk rasa di Jakarta, Kamis 8 Oktober 2020. Ironisnya, mereka mengaku tak tahu apa yang akan diperjuangkan disana.

Usut punya usut, sejumlah anak baru gede (ABG) ini mengaku terhasut ajakan alumni melalui pesan singkat di media sosial. Selain hasutan untuk menolak RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law, mereka juga diming-imingi imbalan uang senilai Rp 50 ribu.

Namun ketika diamanakan petugas, para ABG ini mengaku tak tahu apa itu Omnibus Law. “Saya tahunya Law, enggak tahu Law apaan pak. Saya cuma ikut-ikutan, diajak alumni,” kata salah satu pejar SMK swasta di kota tersebut ketika digiring ke Polres Metro Depok

Selain dari kalangan pelajar SMK dan SMA, aksi ini juga diikuti oleh siswa SMP. Dan mereka pun tak tahu alasan unjuk rasa tersebut.

Sementara itu, Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah menuturkan, pada hari ini ada berapa elemen masyarakat yang melaksanakan aksi unjuk rasa di DPR RI, maupun Istana Negara akibat ketidak puasan terhadap disahkannya Omnibus Law.

“Aksi ini diikuti beberapa elemen, namun ada beberapa elemen lain yang sebetulnya tidak ada kepentingan apa-apa, bahkan tidak ada misi kecuali hanya membuat keributan,” katanya pada awak media

Contohnya, ujar Azis, seperti yang saat ini diamankan jajarannya.

“Rekan-rekan ketahui tadi, ada anak sekolah, ada anak SMP bahkan ada anak yang sudah lulus maupun dikeluarkan masih mau menggunakan seragam hanya untuk ikutan unjuk rasa di DPR RI maupun Istana Negara,” ujarnya

Jadi sebetulnya, kata Azis, mereka tidak ada misi apapun kecuali hanya untuk meramaikan suasana. Azis mengaku, pihaknya terpaksa mengamankan para pelajar ini karena khawatir dengan keselamatan mereka ketika terjadi bentrok di Jakarta.

“Kami sayang sama mereka, cinta. Sekarang sudah diamankan di Polres dan tentu kita lakukan pembinaan kita panggil pihak sekolah dan orang tua supaya setidaknya berikan sanksi, baik itu sanksi di lingkungan keluarga, sekolah, dan kita memberikan sanksi sosial.”

Lebih lanjut Azis menegaskan, pihaknya tengah memburu dalang dibalik aksi yang memanfaatkan para pelajar Depok ini.

“Ada beberapa karena diajak. Ada yang diajak kawannya, ada yang diajak alumni, ada yang diajarkan melalui media sosial. Tapi ada juga yang diiming-imingi uang. Nah ini sedang kita telusuri,” katanya

Terpisah, Kapolsek Sukmajaya, Ajun Komisaris Polisi Ibrahim J Sadjab mengatakan, pihaknya mengamankan sebanyak 18 pelajar yang kedapatan hendak berangkat ke Jakarta. “Sesuai arahan Bapak Kapolres, mereka akan kami bina untuk selanjutnya dipanggil orangtua masing-masing.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here