Membangun Leuwisadeng, Bakti UP untuk Negeri

0
179
Rektor UP Pro Wahono menanam pohon di Desa Leuwisadeng (DepokToday, Rul)

BOGOR– Sejumlah warga di Desa Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat akhirnya bisa menikmati infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang cukup layak, setelah sempat hidup dalam kondisi serba keterbatasan.

Holis, Kepala Sekolah SDN Sindangwangi, Kampung Pasir Kerok, Leuwisadeng mengatakan, bentuk perhatian itu datang dari Universitas Pancasila (UP). Dengan program pengabdian masyarakat bertajuk Teknik Pancasila Bangun Desa (TPDB), sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik UP telah merampungkan dua jembatan, mendirikan sejumlah lampu penerangan jalan berbasis sinar matahari atau solar sel, pembangunan mushola, perbaikan jalan desa sepanjang lebih dari 1 kilo meter, dan pengadaan bangku sekolah dengan jumlah mencapai 200 bangku.

“Alhamdulillah ini sangat besar manfaatnya. Salah satu contoh pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antara Kampung Sindangwangi dengan Kampung Baradajek,” katanya belum lama ini.

Holis mengungkapkan, sebelumnya, kondisi jalan maupun jembatan di desa tersebut sangat memprtihatinkan. Kondisi itu bahkan sempat menggangu jalannya proses pendidikan dan aktivitas warga setempat

“Apabila musim hujan anak jarang sekolah, karena jalanan hancur, becek jembatan juga sudah ambles karena banjir beberapa waktu lalu. Nah dengan adanya para mahasiwa ini, anak-anak jadi antusias.”

Selain jalan yang sempat tidak layak dan membahayakan, kini kondisi desa juga sudah nyaman dan aman setelah dibuatkan puluhan lampu berbahan bakar sinar matahari atau solar sell.

Lebih lanjut Holis menceritakan, sebelumnya antusiasme warga dengan dunia pendidikan sangatlah rendah. Selain disebabkan minimnya infrastruktur, pola pikir masyarakat setempat kala itu belum berkembang seperti saat ini.

“Alhamdulillah minat masyarakat akan pendidikan sekarang sudah sangat tinggi. Dulu, yang menyekolahkan ada tapi sudah gede sedikit putus. Ya namanya di kampung, sudah gede dikit nikah. Rata-rata dulu yang putus sekolah kelas 4-6 SD. Dulu, biasanya mau ujian dinikahin. Tapi sekarang sudah pada mengerti pendidikan, pada lulus 100 persen.”

Sementara itu, Rektor UP, Profesor Wahono Sumaryono mengungkapkan, apa yang dilakukan para mahasiswa itu adalah bagian dari program pengabdian masyarakat. Mereka ingin memperaktekan nilai-nilai kepedulian sosial sebagai bagian dari nilai-nilai pancasila didalam kehidupan bermasyarakat.

“Modal mereka komptensi keilmuwan yang dikuasai selama belajar di fakultas teknik, tapi penerapannya sesuai dengan kebutuhan lokal. Mulai membangun jalan desa. Manfaatnya luar biasa, yang biasanya musim hujan jarang anak mau sekolah, tapi kini tidak lagi,” katanya saat mengunjungi desa tersebut

Dana pembangunan infrastruktur itu, kata Wahono, berasal dari gotong royong, sesuai dengan prinsip pancasila. “Dananya ada dari sponsor dan kampus. Semua diterapkan dalam program ini.”

Untuk langkah selanjutnya, Wahono menargetkan pembangunan agro bisnis di lahan seluas 100 hektar di kawasan tersebut.

“Kita berencana membangun perkebunan agro bisnis, disini bisa ditanami durian, kurma, cengkeh dan lain-lainl. Nanti jika dikelola dengan baik akan menjadi sumber pendapatn ekonomi daerah,” tuturnya

Diharapkan, dengan adanya program tersebut timbul gairah membangun desa berbasis sumber daya lokal dan upaya meningkatkan pendidikan akan terwujud. “Nah itulah bagian dari perwujudan darma ketiga kita, yakni pengabdian pada masyarakat.”

Didukung Warga

Sementara itu, Ketua Panitia TPDB UP, Muhammad Yusuf mengatakan, awalnya kehadiran mahasiswa di desa tersebut sempat dipandang sinis oleh warga sekitar. Namun seiring berjalannya waktu dan proses yang telah dicapai, warga kini justru berfikir sebaliknya, merasa sangat berterimakasih.

“Kalau tantangan yang saya rasakan adalah, sempat ada kurangya kepercayaan dari masyarakat terhadap kami. Namun setelah kita berjalan alhamdulillah masyarakat sangat mensuport kita,” tuturnya

Yusuf menambahkan, “Kini masyarakat sangat antusias. Bahkan pada saat kita mengakhiri program ini mereka, anak-anak desa dan warga nangis karena merasa ditinggalkan. Disini terjadi ikatan batin yang luar biasa.”

Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Teknik UP, Dr Budhi Muliawan Suyitno mengatakan, ini adalah hasil dari kehebatan para mahasiswa. Mereka, selain meimliki kecerdasaran akademik tapi juga kecerdasan sosial dan spiritual “Jadi ini kombinasi yang sangat bagus sekali bukan hanya dibangku sekolah tapi juga dilapangan. Nah inilah yang dibutuhkan untuk memimpin masa depan,” katanya

Budhi berharap, kegiatan ini memberikan motivasi bagi fakultas lain untuk berbagi dan mengembangkan diri. “Sebagai dekan saya hanya mendorong, nah mereka punya potensi. Kegiatan mereka sangat positif. Kita ingin desa ini jadi desa percontohan desa yang hijau. Kita akan mngmbangkan energi listrik yang mandiri, dari sampah.”

Lebih lanjut Budhi juga menaruh harapan, agar kegiatan serupa terus dilakukan di masa-masa yang akan datang. “Kita melihat perlu ada konsistensi antar angkatan. Merekalah yang akan jadi jalur estafet ke adik-adiknya. Penting sekali menjaga konsistensi. Karya mereka ini diluar perkiraan kami, sangat luar biasa,” katanya. (Zahrul Darmawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here