[OPINIKU] Staf Bawaslu Kota Depok Positif Covid-19, DEEP Kota Depok Protokol Kesehatan Harga Mati!!!

0
128
Koordinator DEEP Kota Depok, Fajri Syahid.(Foto: Istimewa)

MENJELANG Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok di masa pandemi, terdapat banyak sekali potensi kerawanan, salah satu diantaranya adalah potensi penyebaran Covid-19 bahkan cluster penyelenggara, tingkat partisipasi masyarakat yang menurun akibat pandemi.

Sementara itu terkait kesiapan panitia penyelenggara Pilkada, baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan staf Bawaslu Kota Depok Terkonfirmasi Positif Covid -19.

Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Depok mengatakan staf badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kota Depok terkonfirmasi positif Covid-19. Hal senada disampaikan oleh ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barliani, ada staf dan pejabat terkonfirmasi positif covid 19.

“Sekertaris dan Bendahara yang terkonfirmasi positif Covid 19, selain itu, delapan anggota Bawaslu Kota Depok lainnya juga diduga terkonfirmasi Covid 19.”

Koordinator DEEP Kota Depok, Fajri Syahiddinillah, mengatakan sudah sangat jelas sebagai dasar PKPU Nomor 5 tahun 2020. Bahwa seluruh tahapan, program, dan jadwal pemilihan serentak lanjutan harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan penangganan corono virus (Covid-19).

Akan tetapi, realita dilapangan diduga masih ada penyelenggara dalam melaksanakan tahapan belum serius menggunakan alat pelindung diri (APD) atau protokol kesehatan, padahal sebagaimana seharusnya dalam peraturan PKPU Nomor 5 tahun 2020 sudah sangat jelas penggunaan protokol kesehatan harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar.

Apabila masih ada penyelenggara dalam melaksanakan tahapan lanjutan pilkada yang abai terhadap protokol kesehatan ialah wujud pengabaian terhadap kesehatan masyarakat. Padahal sangat jelas dengan menggunakan protokol kesehatanlah pilkada dapat dilanjutkan, Bahwa pilkada harus dilaksanakan dengan tanpa menimbulkan ekses negatif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.

Terkonfirmasinya Covid-19 staf Bawaslu Kota Depok menjadi musibah sekaligus peringatan bahwa perlu langkah strategis sebagai jalan megitasi terhadap ancaman covid 19. Yakni dengan menseriuskan pengguanan alat pelindung diri (APD) atau protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada Kota Depok di masa pandemi.

Jangan sampai akibat tidak serius menggunakan protokol kesehatan mengakibatkan jatuhnya korban, bahkan bisa memunculkan cluster baru penyebaran covid 19 yakni cluster penyelenggara. Sebagaiamana kita tahu bersama bahwa sebagai petugas penyelenggara tentu sering berinteraksi kesesama penyelenggara baik KPU ataupun Bawaslu dan masyarakat. Jadi potensi penyebarannya sangatlah tinggi

Maka dari itu DEEP Kota Depok mendorong penyelenggara baik Bawaslu ataupun KPU Kota Depok untuk menseriuskan penggunaan protokol kesehatan dalam setiap tahapan. Penggunaan protokol kesehatan dalam setiap tahapan adalah harga mati tidak bisa ditawar-tawar. Kemudian DEEP Kota Depok mendorong Gugus tugas covid 19 Kota Depok untuk proaktif dan bergerak cepat dalam penanganan covid 19 terhadap penyelenggara.

Ditulis oleh Fajri Syahiddinillah, Koordinator Democracy And Elektoral Empowerment Patnership (DEEP) Kota Depok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here