Terungkap, Ratusan ABG Ini Ternyata Dihasut untuk Serang Polisi

0
50
Polisi temukan sejumlah akun fiktif berisi pesan provokatif (Istimewa)

MARGONDA– Polres Metro Depok mencatat, jumlah remaja yang diamankan mencapai 168 orang. Sejumlah anak baru gede (ABG) itu tadinya ingin berangkat ke Jakarta. Ironisnya, mereka diduga hanya dimanfaatkan untuk membuat rusuh Ibu Kota.

“Terkait dengan kejadian kemarin, masalah demo Undang-undang Cipta Kerja, Depok juga termasuk daerah yang menjadi penyumbang massa ke Jakarta,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Wadi Sabani pada Jumat 9 Oktober 2020

Untuk di Depok sendiri, total peserta aksi yang diamankan dengan usia pelajar mencapai 168 anak. “Walau pun tidak semuanya masih bersekolah,” jelas Wadi

Mereka diangkut dari tujuh titik lokasi pemberangkatan di Kota Depok pada Kamis, 8 Oktober 2020. Polisi terpaksa bertindak lantaran khawatir anak-anak ini menjadi korban kerusuhan.

Kemudian, oleh petugas para remaja itu dilakukan langkah pembinaaan dengan melibatkan orang tua masing-masing sebelum akhirnya diijinkan pulang. “Kita juga sudah lakukan rapid tes dan alhamdulillah hasilnya non reaktif.”

Berdasarkan hasil introgasi, sejumlah remaja itu mengaku terhasut ajakan demo yang tersebar di media sosial (medsos). Bahkan, tak satupun dari mereka paham dengan apa yang dimaksud dengan Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law yang saat ini menjadi sorotan.

“Kami telusuri sosmed yang terkait dengan ajakan-ajakan tersebut, ada banyak sekali ya konten-konten di sosmed, baik instagram, fb, twitter, atau whatsapp (WA) grup, ini berisi ajakan untuk demo ke Jakarta,” ucap Wadi

Dan setelah diselidiki lebih dalam, kata Wadi, motif pesan berantai yang disampaikan dalam medsos tersebut hanya untuk membuat rusuh Jakarta.

“Ada yang kami garis bawahi disini, isi ajakan dalam WA grup ini misalnya, nah ini isinya provokatif.”

Bahkan, ada isi pesan yang disampaikan oleh pelaku untuk mengincar polisi.

“Artinya mereka diajak bukan untuk berdemo, tapi untuk melakukan perusakan, menyerang kantor polisi, bahkan membakar kantor polisi diajakan WA grup tersebut yg kami temukan di Hp anak anak kemarin.”

Guna penyelidikan lebih lanjut, polisi saat ini masih melacak jejak digital pelaku yang ternyata menggunakan akun fiktif. Jika terbukti, pelakunya bakal terancam dengan jeratan Undang-undang ITE. Kasusnya kini dalam penyelidikan Polres Metro Depok. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here